Polda Bali Gelar Sidang Terbuka Kelulusan Akhir Penerimaan Bintara dan Tamtama Polri T.A. 2026, Rekrutmen Berjalan Bersih, Transparan, dan Akuntabel
Denpasar – Polda Bali melaksanakan Sidang Terbuka Penentuan Kelulusan Akhir Tingkat Panda Penerimaan Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Gedung Presisi Polda Bali, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Bali, Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., didampingi Irwasda Polda Bali, Karo SDM Polda Bali, para Pejabat Utama Polda Bali, unsur pengawas internal dan eksternal, auditor, para peserta seleksi (casis), serta orang tua peserta sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat.
Sidang diawali dengan sambutan Ketua Sidang, Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas dedikasi, disiplin, kerja keras, dan ketekunan selama mengikuti seluruh rangkaian seleksi yang telah berlangsung hampir empat bulan, sejak 9 Maret hingga 3 Juli 2026.
Dalam arahannya, Wakapolda Bali menjelaskan bahwa proses penerimaan tahun ini diikuti oleh 1.617 calon Bintara, terdiri dari 1.354 pria dan 263 wanita, serta 32 calon Tamtama yang terdiri atas 28 calon Tamtama Brimob dan 4 calon Tamtama Polair. Setelah melewati seluruh tahapan seleksi yang ketat dan kompetitif, peserta yang memasuki sidang akhir berjumlah 139 calon Bintara, terdiri dari 125 pria dan 14 wanita, serta 17 calon Tamtama, yang meliputi 14 calon Tamtama Brimob dan serta 3 calon Tamtama Polair.
Wakapolda Bali berharap Polda Bali memperoleh kuota kelulusan yang optimal, baik pada jalur Bintara maupun Tamtama, sehingga semakin banyak putra-putri terbaik Bali yang dapat mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui institusi Polri.
Beliau juga menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen Polri di Polda Bali dilaksanakan dengan berpedoman pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) serta menjunjung tinggi semangat anti Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi pada setiap tahapan seleksi sehingga proses penilaian berlangsung objektif, terukur, dan meminimalkan intervensi dari pihak mana pun.
Selain itu, seluruh proses seleksi diawasi secara ketat oleh pengawas internal, pengawas eksternal, auditor, serta berbagai unsur masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi kepada publik.
Pada sidang terbuka tersebut, panitia melaksanakan perangkingan berdasarkan akumulasi nilai yang diperoleh masing-masing peserta selama mengikuti seluruh tahapan seleksi. Wakapolda Bali mengimbau seluruh peserta agar mencermati nilai yang ditampilkan. Apabila terdapat perbedaan data maupun hal-hal yang perlu diklarifikasi, panitia membuka ruang seluas-luasnya untuk menerima masukan dan melakukan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepada peserta yang dinyatakan lulus terpilih untuk mengikuti pendidikan pembentukan di SPN maupun Pusdik Polri, Wakapolda Bali menyampaikan ucapan selamat dan berpesan agar keberhasilan tersebut menjadi awal dari pengabdian sebagai calon insan Bhayangkara. Para peserta diharapkan terus menjaga kesehatan, meningkatkan disiplin, memperkuat mental, memegang teguh integritas, serta mengikuti seluruh proses pendidikan dengan penuh tanggung jawab.
Sementara itu, kepada peserta yang belum dinyatakan lulus terpilih, Wakapolda Bali mengajak untuk tetap semangat dan tidak menyerah. Menurutnya, hasil yang belum sesuai harapan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan motivasi untuk mempersiapkan diri lebih baik pada kesempatan berikutnya.